Korupsi sering dilakukan oleh baik masyarakat maupun para pejabat. Banyak rakyat yang merasa bahwa tindakan korupsi yang merugikan mereka hanyalah yang dilakukan oleh para pejabat seperti wakil rakyat atau orang-orang yang korup uang dalam jumlah sangat banyak mulai dari ratusan juta hingga milyaran rupiah. Atau, koruptor adalah orang-orang yang menggunakan jabatan untuk kepentingannya sendiri atau untuk melakukan tindakan tindakan tidak terpuji lainnya yang dapat merugikan orang lain.
Namun, nyatanya, korupsi dalam arti luas tidak hanya sekedar penyelewengan uang yang dilakukan oleh para pejabat melainkan juga korupsi bisa berarti segala tindakan melanggar hukum yang bisa merugikan perusahaan atau orang lain. Misalnya, jika Anda bekerja di sebuah perusahaan, dan kemudian Anda sengaja masuk terlambat atau pulang lebih cepat, maka hal tersebut juga bisa digolongkan ke dalam tindak korupsi.
Di lain hari, mungkin Anda pernah menyogok seseorang untuk mempermudah proses pengurusan berkas, atau proses pengurusan hal-hal lainnya, maka hal tersebut juga bisa dikategorikan kedalam tindak korupsi.
Untuk bisa mencegah dan mengatasi korupsi, tentunya kita juga harus memiliki pengetahuan yang banyak dan menyeluruh mengenai apa itu korupsi.
Namun secara khusus, kita seringkali menyoroti tindakan para pejabat negara yang sering menyalahgunakan jabatan mereka untuk kepentingan pribadi maupun golongan dan kelompok. Hal tersebut tentu saja tidak ada salahnya.
Akibat ulah para pejabat yang korupsi uang dalam jumlah tidak sedikit membuat banyak sendi-sendi pemerintahan di negara ini yang kemudian tidak bisa bekerja dengan maksimal untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena yang jelas, uang tersebut mungkin dikorupsi (disunat) sedikit demi sedikit hingga akhirnya yang sampai untuk pembangunan tidak sebesar yang seharusnya.
Untuk bisa mencegah korupsi, setidaknya beberapa hal berikut ini wajib untuk dilakukan.
1. Melaporkan setiap tindak korupsi
Apabila Anda menemukan seseorang yang melakukan tindakan korupsi, maka sudah menjadi sebuah kewajiban bagi Anda untuk melaporkannya. Karena apabila dibiarkan terus-menerus, hal tersebut akan kembali terulang dan terus terulang atau bahkan dapat menyebabkan orang lain tertular untuk melakukan hal yang sama yang akan merugikan kita semua.
2. Menghindarkan diri dari perbuatan korupsi
Tidak ada cara lain yang paling ampuh selain menghindarkan diri dari korupsi untuk mencegah korupsi. Melindungi diri dari kegiatan-kegiatan yang merugikan orang lain atau merugikan perusahaan adalah cara yang mulia yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah koruptor di negara ini. Beberapa motivasi yang bisa Anda gunakan untuk memacu diri sendiri agar menghindari korupsi diantaranya adalah:
Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa banyak orang-orang terutama masyarakat awam yang masih belum mengetahui secara gamblangapa arti korupsi yang sesungguhnya. Sehingga, kadangkala mereka secara tidak sadar melakukannya.
Agar hal tersebut tidak terjadi, maka sudah sewajarnya apabila hal tersebut menjadi tugas kita masing-masing untuk memberikan masukkan atau berbagi pengetahuan kepada lingkungan terkecil dimana kita tinggal yaitu keluarga.
Jika Anda adalah orangtua yang memiliki anak, maka kewajiban Anda untuk memberikan mereka pendidikan dan pengetahuan bagaimana caranya agar terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak terpuji seperti korupsi. Tentu caranya adalah dengan mengajarkan pengetahuan agama, mengajarkan nilai-nilai keadilan, ketakwaan, kejujuran, tanggungjawab, hingga menanamkan sifat tepo seliro kepada mereka sejak kecil.
Itulah beberapa cara yang menurut saya bisa dilakukan untuk mencegah korupsi agar tidak terus merajalela di negara tercinta ini.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru
Namun, nyatanya, korupsi dalam arti luas tidak hanya sekedar penyelewengan uang yang dilakukan oleh para pejabat melainkan juga korupsi bisa berarti segala tindakan melanggar hukum yang bisa merugikan perusahaan atau orang lain. Misalnya, jika Anda bekerja di sebuah perusahaan, dan kemudian Anda sengaja masuk terlambat atau pulang lebih cepat, maka hal tersebut juga bisa digolongkan ke dalam tindak korupsi.
Di lain hari, mungkin Anda pernah menyogok seseorang untuk mempermudah proses pengurusan berkas, atau proses pengurusan hal-hal lainnya, maka hal tersebut juga bisa dikategorikan kedalam tindak korupsi.
Untuk bisa mencegah dan mengatasi korupsi, tentunya kita juga harus memiliki pengetahuan yang banyak dan menyeluruh mengenai apa itu korupsi.
Namun secara khusus, kita seringkali menyoroti tindakan para pejabat negara yang sering menyalahgunakan jabatan mereka untuk kepentingan pribadi maupun golongan dan kelompok. Hal tersebut tentu saja tidak ada salahnya.
Akibat ulah para pejabat yang korupsi uang dalam jumlah tidak sedikit membuat banyak sendi-sendi pemerintahan di negara ini yang kemudian tidak bisa bekerja dengan maksimal untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena yang jelas, uang tersebut mungkin dikorupsi (disunat) sedikit demi sedikit hingga akhirnya yang sampai untuk pembangunan tidak sebesar yang seharusnya.
Untuk bisa mencegah korupsi, setidaknya beberapa hal berikut ini wajib untuk dilakukan.
1. Melaporkan setiap tindak korupsi
Apabila Anda menemukan seseorang yang melakukan tindakan korupsi, maka sudah menjadi sebuah kewajiban bagi Anda untuk melaporkannya. Karena apabila dibiarkan terus-menerus, hal tersebut akan kembali terulang dan terus terulang atau bahkan dapat menyebabkan orang lain tertular untuk melakukan hal yang sama yang akan merugikan kita semua.
2. Menghindarkan diri dari perbuatan korupsi
Tidak ada cara lain yang paling ampuh selain menghindarkan diri dari korupsi untuk mencegah korupsi. Melindungi diri dari kegiatan-kegiatan yang merugikan orang lain atau merugikan perusahaan adalah cara yang mulia yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah koruptor di negara ini. Beberapa motivasi yang bisa Anda gunakan untuk memacu diri sendiri agar menghindari korupsi diantaranya adalah:
- Korupsi adalah tindakan tidak terpuji yang sudah pasti tidak disukai oleh Tuhan yang maha kuasa sehingga siapapun yang melakukannya akan sangat berdosa.
- Korupsi dapat menyebabkan kerugian bagi orang lain dan bahkan dapat menyebabkan orang lain menderita. Rakyat bisa menjadi sengsara apabila uang yang seharusnya mereka menikmati dalam bentuk pembangunan atau yang lainnya dikorup oleh orang-orang tertentu.
- Menanamkan sifat jujur di dalam diri sendiri dan menularkannya kepada anggota keluarga serta teman-teman adalah cara membentengi diri dari tindakan-tindakan yang tidak terpuji yang dapat merugikan orang lain seperti korupsi.
- Ikut mengawasi dan menggagalkan setiap aksi korupsi adalah cara lain untuk mencegah berkembangnya korupsi di Indonesia.
Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa banyak orang-orang terutama masyarakat awam yang masih belum mengetahui secara gamblangapa arti korupsi yang sesungguhnya. Sehingga, kadangkala mereka secara tidak sadar melakukannya.
Agar hal tersebut tidak terjadi, maka sudah sewajarnya apabila hal tersebut menjadi tugas kita masing-masing untuk memberikan masukkan atau berbagi pengetahuan kepada lingkungan terkecil dimana kita tinggal yaitu keluarga.
Jika Anda adalah orangtua yang memiliki anak, maka kewajiban Anda untuk memberikan mereka pendidikan dan pengetahuan bagaimana caranya agar terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak terpuji seperti korupsi. Tentu caranya adalah dengan mengajarkan pengetahuan agama, mengajarkan nilai-nilai keadilan, ketakwaan, kejujuran, tanggungjawab, hingga menanamkan sifat tepo seliro kepada mereka sejak kecil.
Itulah beberapa cara yang menurut saya bisa dilakukan untuk mencegah korupsi agar tidak terus merajalela di negara tercinta ini.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru

